BBM naik, BBM tidak naik, semua sudah terlanjur panik
ini logika gua terkait masalah BBM:
Indonesia penghasil minyak mentah..
Indonesia pembeli minyak yang sudah diolah..
Indonesia mengalami penurunan produksi minyak..
Sekaligus peningkatan yang tajam dalam penggunaan BBM.
Harga minyak bumi meroket hingga 120$
Sedangkan rakyat Indonesia hanya perlu mengeluarkan uang untuk minyak dengan harga 60$.
60$ sisanya di"talangin" oleh pemerintah.
Akibatnya pemerintah cekak.
Biar tetap berduit = harga BBM hgarus dinaikan.
Bila pemerintah berduit = harga BBM naik = Sembako naik = rakyat kecil ga punya duit.
Buah simalakama.
Jadi bagaimana?
Kita harus hemat kawan!! hemat BBM. Kita konsumtif gila!! GILA! sekeluarga punya mobil 4!! tiap malam minggu jalan pake mobil!! K kampus pake mobil!! Gimana kita ga jadi konsumtif???
Biodiesel juga bukan solusi murni. Biodiesel tetap harus dicamput dengan BBM. fungsi biodiesel sendiri kan menekan pencemaran dan mningkatkan efisiensi si BBM. Jadi ya walau ada biodiesel, kita tetap harus hemat BBM.
Kalau mobil2 pemerintah dijual, kalau gaji pemerintahan dikurangin, kalao gaji DPR dikurangin, cukup ga buat nalangin?? rela ga mereka? pemerintah butuh duit. So simpel kan??
Gua ga tahu seberapa gede expense pemerintah untuk kebutuhan sehari2nya.. tapi betul kata Goenawan Mohammad di tempo edisi minggu lalu.
kalo semua jas pegawai pemerintah diganti batik aja... berapa tuh penghematannya...
[ya Tuhan, betapa beratnya untuk tetap percaya dan jangan pernah berhenti berharap pada Indonesia]
AYO KAWAN!! HEMAT BBM!!!
demi Indonesia!
atau kalau susah at least demi duit di dompet lo lah..

usul sekalian kurangi konvoi pejabat negara, coba liat sekali mobil RI-1 atau RI-2 jalan, berapa tuh jumlah konvoinya, masing2 menteri naik mobil sendiri2, kenapa ga jadiin satu bus saja.
Posted by: Oki | June 2, 2008 10:35 PM