« ketika | Main | lalu? kenapa berjuang? »

hangat

berputar-putar di antara angin kelabu
ia memainkan jari-jarinya
semakin lama semakin dalam
namun tidak pernah selesai

inikah surga itu?
mengapa rasanya hambar?

awan hanyalah bentuk perkasa dari air
karena air itu hanya cairan bening yang bisa diinjak-injak
toh ketika hujan akan kembali jadi air

seperti kehidupan yang datang terus menerus
yang dimatikan dengan sekali sapuan

kalau memang pencinta kehidupan
mengapa harus ada penderitaan dan penyiksaan?

mungkin sekarang dia tertawa bermain dadu

aarggh.,
taaeekklah...

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .