ini harus diakhiri… hah??
Teringat betapa senang bila kita pulang ke rumah itu
di mana kita bisa bermain hujan sampai basah
dan kamu mengurai tali kusut
kita tertawa di antara rintik air
dan kamu menyeka air mataku
dengan daun cemara itu
kalau bulan muncul di antara bola matamu
aku akan menyanyi
dan butiran perak itu beterbangan
kamu masih berdiri untuk menangkapnya
sedang aku duduk diam
berharap suatu saat nanti
dapat berubah perak dan terbang
di sana kita berlarian
teduh hijau menghampar
kamu akan tersenyum dan melambai ke atas
dan kemudian keemasan menghiasi setiap kata
lalu menguap bersama embun rumput
dan aku merasakan hangatnya jarimu
wajahmu adalah lukisan tanah
teduh dalam dekapan jingga
menyusuri setiap seyum
dan aliran udara di antaranya
wangi rumput basah menyebar
dan matamu begitu lekat di sini
Kamulah satu-satunya yang memilikinya
Dan menjadi satu yang merasakannya
Sampai akhirnya sayap itu tumbuh
Bening keperakan dan berduri
Lembut dan begitu kuat
Ketika kusentuh, kepakannya menembus hatiku
Perih sekali…
Kau lemparkan kunci rumah ke telaga awan yang paling gelap
Aku ingin berenang mencarinya ketika bayanganmu mengambil nafasku
Hujan itu tidak lagi indah
Berlarian itu lelah dan aku menangis terus
Kamu pun mengusap air mataku untuk yang terkahir kalinya dengan sayap berdurimu kemudian kamu terbang amat jauh,
Semetara aku terjebak dalam badai angin bercampur debu kepak sayapmu
Aku ingin pulang ke rumah itu…
14.11.05
December 3rd, 2005 at 6:24 am
blog elo emang keren bgt ya
beda ma punya gw
hahahaah
puisi sapa nih?elo?
December 3rd, 2005 at 6:49 pm
haha.. ga sgitunya kali,, anda terlalu berlebihan,,,
^.^
yup ini puisi gw..
December 4th, 2005 at 9:00 am
Pulang kerumah dimana langit dan bumi tak berbatas
Dimana hujan tak hanya menurunkan air tapi juga debu, batu dan api
Git, mau curhat? kapan? dimana?
Mampir ke blog gw yak, ad postingan baru
http://sawung.blogspot.com